Bergantung pada Australia, Indonesia Perlu Tambahan 350.000 Hektar Lahan Tebu Agar Tak Impor Gula

image : abc.net.au


INDOAU.COM – Hingga saat ini, Indonesia masih mengimpoe gula dalam bentuk mentah (raw sugar) dari Australia. Selain untuk bahan baku gula rafinasi, ram sugar impor juga diolah menjadi gula kristak putih (gula konsumsi) dan didistribusikan ke pasar untuk menekan adanya lonjakan harga akibat kurangnya pasokan.

Benny Wachjudi, Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia, mengatakan bahwa dibutuhkan tambahan lahan tebu agar Indonesia tak lagi mengimpor raw sugar.

"Dibutuhkan lahan tebu baru minimal seluas 350.000 hektar," ujar Benny,akhir pekan lalu, dikutip dari detikFinance.

Potensi lahan untuk menanam tebu adalah di Merauke (Papua), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara. Selain itu di NTT, NTB, dan Sumatera Barat, dan Riau.

Selain dari Australia, Brasl dan Thailand juga menjadi negara pemasok raw sugar di Indonesia.

Benny berharap pemerintah daoat menyediakan lahan tebu, karena hal tersebut jga akan menangkal tudingan bahwa industri gula rafinasi tetap menginginkan impor raw sugar.

"Jadi itu fiksi kalau kami ingin tetap mengandalkan raw sugar impor. Lebih untung kalau ada lahan sendiri. Sediakanlah lahan, kami akan bangun," kata Benny.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment