Diduga Terlibat Upaya Kudeta, 8.000 Polisi Turki Diskors

Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan akan mempertimbangkan kembali penerapan hukuman mati. (image : bbc.com)


INDOAU.COM – Pihak berwenang Turki mengatakan, setidaknya 8.000 aparat polisi telah diberhentikan sementara karena diduga berkaitan dengan dengan upaya kudeta yang gagal akhir pekan lalu.

Langkah ini menyusul penahanan sekitar 6.000 aparat kehakiman dan militer, termasuk para jenderal.

Media peemerintah melaporkan, Senin18 Juli, lebih dari 100 jenderal dan laksamana ditahan dalam penggerebekan di sejumlah tempat di negara itu.

Menteri Luar Negeri Amerikat Serikat, John Kerry, menanggapi 'pembersihan oleh pemerintah Turki' dengan mengingatkan betapa pentingnya pemerintahan yang demokratis.

Hal tersebut disampaikannya di Brussels di sela-sela pertemuan dengan para menteri luar negeri Uni Eropa.

"Kami jelas akan mendukung langkah membawa para pelaku kudeta ke pengadilan namun kami juga memperingatkan jangkauan yang ke luar dari situ."

Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika Serikat dan dituduh berada di belakang upaya kudeta itu membantah keterlibatannya.

Sebaliknya, ia malah mengatakan bahwa kemungkinan kudeta malah didalangi sendiri oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment