Dua Kali Diperkosa Berkelompok, Wanita di India Hidup dalam Tekanan

ilustrasi (image :legionofleia.com)


INDOAU.COM – Seorang Mahasiswi dari kasta rendah dalam Hindu di Indoa kembali mejadi korban pemerkosaan, setelah tiga tahun yang lalu ia pun pernah diperkosa oleh sekelompok pria yang sama. Korban selalu merasa ketakutan karena pelaku mengancam keselamatan keluarganya.

"Saya akan menghabiskan seluruh sisa hidup dengan terus menerus ketakutan diperkosa lagi atau dibunuh," ujar wanita tersebut seperti dilansir AFP, Minggu (24/7/2016).

"Saya khawatir akan keselamatan keluarga saya. Mereka dapat menyakiti keluarga saya kapan saja," ujarnya kepada AFP melalui sambungan telepon dari rumah sakit tempatnya dirawat di kota Rohtak di negara bagian Haryana, India utara.

Sebelumnya,India telah berjanji untuk mempercepat hukuman pelaku sebagai bentuk kesadaran atas kasus pemerkosaan masak di tahun 2012 yang mendapat perhatian serius dari dunia luar.

Namun sayangnya, kasus pemerkosaan dan pelecehan terus menerus terjadi dan sering kali terlambat dibawa ke pengadilan, khususnya apabila pelaku berasal dari keluarga kaya dan memiliki koneksi dengan pejabat penting.

Seorang enggota keluarga dari gadis tersebut mengatakan bahwa keluarga pelaku pada tahun 2013 menawarkan mereka sejumlah uang untuk menarik kasus tersebut. Selain itu, mereka juga mengancam akan kembali memperkosa gadis tersebut jika merek menolak.

"Kami ditawarkan uang 5 juta Rupee (75 ribu US Dolar) untuk mencabut kasus. Mereka merupakan orang kaya dan memiliki koneksi politik yang kuat," ujar sepupu gadis tersebut kepada AFP.

"Kami memutuskan untuk tak menyerah terhadap tawaran mereka dan meneruskan ke pengadilan. Namun kami dikecewakan oleh pengadilan yang memberikan mereka jaminan pada bulan Mei," jelasnya.

Polisi masih belum berhasil menangkap pelakumeskipun gadis berusia 21 tahun itu telah diperkosa beberapa waktu yang lalu.

Ia mengalami luka parah dan dibuang ke semak-semak. Beruntung seorang pejalan kaki melihatnya dan membawanya ke rumah sakit.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment