Kisah Dua 'Putri Duyung' Australia

image : liputan6.com


INDOAU.COM – Dua perempuan bersahabat yang terobsesi dengan putri duyung dalam kisah The Little [Mermaid] garapan Disney menjadikan peran putri duyung sebagai sumber penghasilan mereka.

Saat mereka kecil, perempuan dari Australia bernama Jessica Bell (26) dan Amelia Lassetter (30) itu sama-sama menyukai kisah putri duyung dan menontonnya berulang-ulang. Mereka juga membayangkan bagaimana rasanya menjadi putri duyung di suatu hari kelak.

Kini, mereka berdua dapat menyuguhkan pertunjukan di pantai-pantai dan akuarium-akuarium setempat, lengkap dengan ekor silikon seberat 15 kg dengan harga US$2.000 (Rp 26,4 juta).

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (8/7/2016), Jessica memang dibesarkan dekat laut di kota Perth.

"Kami mencintai lautan, sehingga memutuskan untuk mengupayakan kegemaran kami. Beruntung sekali bertemu dengan seseorang dengan minat yang sama. Sungguh istimewa ketika melakukannya bersama dengan sahabat terbaik, kami sudah seperti saudara," kata Jessica.

"Kaki kami sampai menebal karena ekor yang kami pakai, tapi itu sepadan. Berbeda dengan tokoh Ariel, kami menukar kaki-kaki kami dengan sirip."

"Anak-anak yang menonton kami berenang menyangka kami benar-benar putri duyung. Sungguh suatu keajaiban. Saya katakan kepada mereka bahwa mereka dapat menjadi siapapun yang mereka mau jika bisa berimajinasi. Amelia dan saya menjadi putri duyung karena kami meyakininya."

image : liputan6.com

Amelia yang berasal dari Cornwall pun jatuh cinta kepada lautan dan pantai saat ia pindah ke Perth di usia 12 tahun.

"Kami tinggal di tempat yang sangat menggemari laut, jadi tidak heran kalau kami jadi sangat tertarik," ujar Amelia.

"Barbara, ibu saya, membawa saya ke pantai setiap hari dan saya bermain-main dalam air. Sewaktu masih anak-anak, saya mengunjungi akuarium setiap minggu dan sekarang saya kerja di sana."

Mereka berdua bertemu pertama kali saat sedang kuliah seni visual dan fotografi di Edith Cowan University, Australia Barat, pada 2008.

Menurut Jessica, secara asrtistik mereka berdua seirama, sehingga mengerjakan proyek seni bersama-sama.

Selama masa perkuliahan, Jessica tertarik kepada fotografi bawah air. Di tahun 2011, Amelia didandani sebagai putri duyung untuk keperluan fotografi di pantai lokal. Orang-orang yang melihat mereka merasa terkesan, sehingga Amelia kemudian meneruskan untuk bergaya putri duyung selagi difoto oleh Jessica.

"Pada awalnya, saya berada di belakang panggung. Tapi setelah memiliki anak, ia membujuk untuk bersama-sama melakukan hal yang kami sukai. Saya tersadar untuk juga hadir di sana. Amelia dan saya akhirnya tak terpisahkan lagi."

Mereka selalu memberitahukan dimana mereka akan tampil lewat media sosial, sehingga ratusan orang akan hadir menonton dimana ia memberikan alamat secara rinci.

Awalnya mereka membuat sendiri ekor putri duyung dari bahan plastik. Kini, setelah mereka cukup sukses mereka dapat membeli ekor seharga US$2.000  ( setara Rp 26,4 juta) yang terbuat dari silikon berbentuk seperti kulit naga.

Untuk memanjakan para penonton, mereka berlatih ‘free diving’, yaitu teknik menyelam di kedalaman yang melatih orang menahan nafas dalam air.

[FY]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment