Menduda 3 Hari Pasca Pernikahan Senilai Rp 392 Juta

image : liputan6.com


INDOAU.COM – Seorang pria dengan nama panggilan Liu dari sebuah desa di Provinsi Shanxi, China, terpaksa menduda tiga hari setelah pernikahannya. Ia telah menghabiskan seluruh tabungan yang disimpannya sejak remaja untuk menikahi gadis pujaannya itu.

Dikutip dari Shanghaiist.com, Munggu (10/7/2016), Liu menikahi gadis idamannya itu pada tahun 2013 di desanya.

Pernikahan yang digelar menghabiskan biaya yang cukup besar, menimbang Liu bukanlah orang berada.

"Aku menghabiskan uang sebanyak 200 ribu yuan atau setara dengan Rp 392 juta untuk pernikahan kami," kata Liu.

"85,800 yuan atau 167 juta untuk keluarga istriku, 20 ribu yuan atau Rp 39 juta untuk perhiasan. Saat keluarganya berkunjung, mereka juga minta 10 ribu yuan atau Rp 19 juta lagi, lalu aku memberikan tambahan 30 ribu yuan atau Rp 58 juta. Sisa 60 ribu yuan atau 117 juta untuk resepsi pernikahan," jelas dia.

Liu mengaku bahwa dirinya harus meminjam uang untuk membiayai pernikahannya itu, dan menjanjikan untuk membayar perbulan kepada orang yang dipinjaminya.

Tak tanggung-tanggung, Liu bahkan membeli sebuah rumah di desa untuk menyenangkan hati istrinya.

Namun kemudian saudara perempuan Liu pun merasakan ada kejanggalan pada pernikahan abangnya.

"Aku tidak pernah melihat mereka berpegangan tangan. Kakak iparku itu juga tidak berbicara kepada suaminya. Dia sibuk dengan telpon genggamnya," kata adik perempuan Liu.

Tiga hari berlalu, sang istri pun menghilang.

Saat itu, Liu mengantar sang istri untuk membeli sesuatu, setelah sampai di tempat tujuam tiba-tiba istrinya tak kunjung pulang.

"Aku menunggunya, tapi dia tidak terlihat juga. Aku mencoba menghubunginya dan tak ada jawaban," kata Liu lirih.

Setelah beberapa hari, Liu mendengar kabar bahwa istrinya bekerja di sebuah pom bensin, Liu pun pergi menemuinya.

"Dia tidak menghiraukanku saat itu. Beberapa hari kemudian aku ke sana lagi, tapi dia sudah menghilang," kata Liu.

Pasca pernikahan, Liu mengalami tekanan sehingga harus dirawat di rumah sakit.

"Dokter bilang otakku terlalu lelah," kata dia sambil memperlihatkan hasil tes kesehatan otaknya.

Liu kemudian menyewa pengacara untuk menuntut isrinya. Pengadilan mencoba untuk memanggil perempuan tersebut, namun ia tak pernah muncul. Akhirnya, istri Liu didenda oleh pengadilan.

Kini, tiga tahun berlalu Liu masih belum bisa mendapatkan istri maupun uangnya kembali.

Sementara itu, utang yang harus Liu bayarkan semakin bertambah, 170 ribu yuan atau Rp 33 juta untuk rumah, 60 ribu yuan atau Rp 117 juta untuk biaya pengobatan, dan 20 ribu yuan atau Rp 39 juta untuk sewa pengacara.

"Pernikahan itu menghancurkan hidupku dan keluargaku," kata Liu lirih.

[MZ]


Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment