Pesan Terakhir Terpidana Mati Asal India Sebelum Dieksekusi Mati

image : liputan6.com


INDOAU.COM – Gugur sudah harapan Sukhbir (13) untuk bisa kembali bertemu dengan ayahnya, Gurdip Singh, saat ia mendapat telepon dari Indonesia.

Gurdip Singh adalah pria asal India yang dinyatakan bersalah atas kasus penyelundupan narkotika di tahun 2004. Ia menjadi salah satu dari 14 terpidana mati yang dieksekusi pada Jumat dini hari, 29 Juli 2016.

Kamis pagi waktu setempat, istri Gurdip, Kulwinder Kaur (41), menerima telepon dari pejabat Kedutaan Besar India di Indonesia, yang menyampaikan kabar buruk bahwa suaminya akan segera dieksekusi.

"Ia (Gurdip) mengatakan kepadaku, meski ia tak lagi bisa datang menemui kami, jasadnya akan tiba segera setelah eksekusi," kata Kulwinder Kaur dikutip dari Indian Express, Jumat (29/7/2016).

"Ini adalah panggilan terakhirku untukmu, mereka akan membunuhku hari ini. Kau hanya akan melihat jenazahku. Jaga kedua anak kita," kata perempuan itu menirukan perkataan suaminya, seperti dikutip dari Hindustan Times.

"Gurdip pamit meninggalkan rumah menuju Selandia Baru pada 2002, namun ia mendarat di Indonesia. Pihak agen perjalanan merampas paspornya dan memaksanya menjadi bagian dari kartel narkoba," kata Kulwinder Kaur.

Sementara, anak Gurdip, Subir mengaku selalu berharap ayahnya bisa pulang.

"Tapi kemarin ibuku mengatakan, jenazah ayahku akan segera tiba dalam beberapa hari. Aku tak pernah bertemu dengannya, ingin rasanya melihat dia hidup."

Saudara kandung Gurdip, Gurpreet,  pernah datang ke Indonesia untuk bertemu Gurdip dua kali pada tahun 2014.

"Gurdip memberitahu saya bahwa ia akan dibebaskan dari penjara setelah 12 tahun. Tapi tiba-tiba, saat kami datang lagi, dia sudah dijatuhi hukuman mati. Saya memohon pada pemerintah Indonesia untuk memperpanjang hukumannya, bukannya membunuhnya, "kata dia.

[FY]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment