Restoran di Queensland Tolak Bayar Sisa Gaji Pegawai yang 'Makan dan Menggunakan AC Terlalu Banyak'

image : australia.com

INDOAU.COM – Sebuah restoran di negara bagian Queensland mengatakan bahwa pegawainya makan dan menggunakan AC terlalu banyak. Kini Restoran Fire and Stone dikenai denda $ 21 ribu (sekitar Rp 210 juta) karena menolak untuk membayar sisa gaji yang sebelumnya dibayar terlalu rendah.

Pemilik restoran di Pulau Resor Tangalooma di Moreton Island tersebut sebelumnya membayar seorang backpacker asal China $ 10 dolar (sekitar Rp 100 ribu) per jam di tahun 2014.

Saat itu, backpacker perempuan yang berusia 20 tahunan itu, dengan penguasaan bahasa inggris yang terbatas, menggunakan working holiday visa di Australia.

Ia kemudian menghubungi Fair Work Ombudsman yang kemudian menyatakan bahwa pekerja tersebut harusnya dibayar tambahan $ 1.577 untuk kerja selama 19 hari tersebut. Upah 10 dolar itu hanya separuh dari yang seharusnya ia dapatkan untuk pekerjaan yang sama.

Ombudsman kemudian membawa kasus ini ke pengadilan setelah pihak restoran menolak untuk memberikan sisa bayaran dengan alasan pekerja tersebut 'makan terlalu makan dan terlalu banyak menggunakan AC."

Pengadilan Circuit Federal dalam keputusannya mengatakan restoran tersebut salah mengkategorikan pekerja tersebut sebagia kontraktor independen dan telah melanggar hukum yang berlaku.

Hakim menjatuhkan denda kepada pemilik restoran tersebut Jia Ning Wang $ 3500 (sekitar Rp 35 juta).

Perusahaan milik Wang Golden Vision Food and Beverage Services Pty Ltd didenda tambahan $17,500 (sekitar Rp 175 juta).

Hakim Michael Jarrett mengatakan Wang sama sekali tidak menunjukkan penyesalan, dan hukuman yang dijatuhkan merupakan pesan kepada industri tata boga juga mereka yang ebkerja dengan memegang visa yang datang ke Australia.

"Hukuman ini harus menjadi peringatan kepada yang lain yang melakukan tindak yang sama, bahwa tindakan mereka akan memiliki konsekuensi serius, dan tindakan seperti ini tidak boleh diulangi." kata Hakim Jarrett.

Natalie James dari Fair Work Ombudsman mengatakan, eksploitasi secara sengaja terhadap pekerja yang 'lemah' tidak bisa dibiarkan.

"Kami menangani kasus mengenai pekerja yang sengaja dibayar rendah dengan serius." kata James.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment