Video Seks Kim Kardashian dan Kanye West Dijual Rp300 M?

image : liputan6.com


INDOAU.COM – Kim Kardashian adalah salah satu artis cantik yang memang hobi memamerkan lekuk tubuhnya. Hal tersebut membuat seorang pengusaha industri porno penasaran.

Entah benar atau tidak, kabarnya Kim Kardashian dapat meraih ketenarannya berkat sex-tape­-nya dengan sang mantan, Ray Jay. Video sex yang ‘bocoor’ itu kemudian dibeli oleh perusahaan porno, The Vivid Entertainment.

Video istri Kanye West itu kemudian menyebar luas, dengan keuntungan besar bagi Vivid, sekaligus mendatangkan popularitas bagi Kim-Kardashian yang sebelumnya hanya dikenal sebagai pendamping Paris Hilton.

Ingin kembali mendapat keuntungan besar, Steve Hirsch, bos Vivid Entertainment, mengatakan, jika ada, perusahaannya ingin membeli video seks pasangan suami Hollywood tersebut. Tak tanggung-tanggung, Steve mengatakan, harga video seks Kim Kardashian dan Kanye West bisa mencapai US25 juta atau lebih dari Rp 300 miliar.

Video seks Kim Kardashian yang pertama ternyata merupakan salah satu video porno tersukses sepanjang masa. Oleh karena itu, Steve Hirsch menekankan, jika Kim mau membuat video seks lagi, harganya akan jauh lebih mahal dan lebih sukses dari sebelumnya.

"Keputusan untuk meluncurkan video seks Kim K bisa dibilang adalah keputusan terbaik yang pernah diambil dalam industri film porno. Jika kamu memasukkan tidak hanya penjualan, tapi juga publikasi yang diterimanya, video seks itu melampaui semua video yang lain,” kata Steve kepada Radaronline.

Video seks Kim Kardashian bersama mantannya itu diluncurkan pada tahun 2003, didistribusikan oleh Vivid dengan nama Kim K Superstar.

Kim Kardashian kemudian menuntut Vivid atas penyebaran video tersebut, dan kemudian menerima uang gant[i rugi sekitar US$5 juta--sekitar Rp65 miliar.

"Video seks Kim/Kanye bisa mencapai harga US$25 juta, paling sedikit. Video itu akan langsung laris sehubungan dengan rasa ketertarikan yang tinggi terhadap hidup mereka. Seberapa besar kami (Vivid) mau membayar akan tergantung pada apa saja yang mau mereka lakukan di dalam video tersebut, dan beberapa faktor lainnya," lanjut Steve Hirsch.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment