Kampanye Trump jadi Penyebab Penembakan Imam Masjid Queens New York?

image : liputan6.com

INDOAU.COM – Imam Maulama Akonjee dan jemaahnya, Thara Uddin, tewas saat berjalan di trotoar Queens, New York AS usai melaksanan shalat di Masjid Queens , Sabtu 13 Agustus sekitar pukul 13.55 waktu setempat.

Kematian yang berutal itu membuat imam Besar New York, Shamsi Ali yang tengah berada di Bandung juga turut mengutuk kejadian tersebut.

Ia juga mengucapkan rasa belasungkawa kepada keluarga serta komunitas muslim yang ada di Amerika Serikat.

Shamsi yang merupakan warga Indonesia itu mengatakan aksi penembakan itu merupakan buntut dari retorika politik yang dilancarkan salah satu calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump.

"Itu bagian akibat retorika politik kebencian yang dijatuhkan Trump. Dan itu bukan pertama kali, sudah beberapa kali bahwa ada orang Islam ditembak gara-gara Trump.  Ini pelajaran penting bagi politikus Amerika Serikat untuk mengurangi retorika politik anti-Islam karena bagaimanapun ini menyebabkan kemarahan," katanya di Masjid Salman ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Minggu (14/8/2016).

Lebih lanjut, ia meminta agar para politisi Amerika Serikat mengurangi politik anti-Islamnya itu. Selain itu pemerintah AS harus memberikan jaminan keselamatan kepada kaum muslim.

“ Saya kira pidato politik anti-islam yang menyebabkan orang AS marah. Saya meminta politik-politik di AS untuk menghentikan retorika anti-Islam. Saya kira AS sadar kalau mereka menjadi contoh dunia dalam kebebasan beragama sehingga retorika politik yang merusak citra mereka harus dikurangi,” ucapnya.

“Untuk kasus ini hukum harus ditegakkan, pelaku harus ditangkap keadilan ditegakkan dan tentunya AS harus segera memberikan perlindungan kepada warga muslim di Ameika Serikat,” tuturnya.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment