Kebanyakan Warga Rusia Anggap Donald Trump Lebih Menyenangkan Dibanding Hillary Clinton?

Mural bergambar calon Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin sedang berciuman di dinding restotran, Lithuania, (13/5). (image : liputan6.com)
INDOAU.COM – Kebanyakan warga Rusia ternyata lebih mendukung calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dibanding rivalnya dari partai Demokrat, Hillary Clinton. Mereka menganggap Trump lebih menyenangkan, dan sering bicara hal-hal baik tentang Rusia.

All-Russian Center for Public Opinion melakukan jajak pendapat pada Agustus ini. Mereka menemukan 34 % responden meyakini akan terjadi peningkatan hubungan antara Rusia - AS jika Trump menang. Sementara itu hanya 6 % yang percaya hal itu akan terjadi jika Hillary yang menghuni Gedung Putih.

Seperti dilansir USA Today, Senin (8/8/2016) jajak pendapat juga menunjukkan sekitar 53 % responden meyakini hubungan kedua negara bisa memburuk jika Clinton terpilih. Dan 12 % lainnya merasa hal serupa justru ketika sang miliarder yang menjadi presiden.

"Hillary Clinton adalah konsentrasi tebal yang mengejutkan dari semua kejahatan yang ada di dunia ini," tulis seorang wartawan Rusia, Dmitry Olshansky di laman Facebook pada 23 Juli lalu.

"Berbeda dengan Hillary, kesederhanaan, lelucon kasar dan menyenangkan dari Trump layaknya angin segar," imbuhnya.

Konstantin Osokin, seorang guru musik juga mendukung Trump.

"Untuk Rusia akan jauh lebih baik memiliki sesuatu yang baru ketimbang yang sudah usang. Kita tahu bahwa ketika menjabat sebagai menteri luar negeri AS, Hillary memimpin kebijakan untuk melemahkan Rusia dan menciptakan citra negatif. Trump adalah seorang pengusaha, jadi dia lebih pragmatis. Terlebih lagi dia seorang laki-laki," tegas Osokin.

Sebelumnya, Trump melontarkan pujian kepada Presiden Vladimir Putin dan dalam pernyataannya belum lama ini, ia mengatakan akan mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia.Hal ini diduga menjadi faktor mengapa Trump disukai rakyat Rusia, seperti halnya Osokin.

"Jika Trump menjadi presiden saya pikir dia akan mampu menghindari kebijakan agresif yang disarankan oleh Kementerian Luar Negeri," kata Osokin.

[FY]


Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment