Mengaku Sebagai Nabi, Pria ini Janjikan Surga jika Bayar Rp 2 Juta

image : news.okezone.com


INDOAU.COM – Seorang pria yang mengaku nabi telah dipulangkan ke Padepokan Subang setelah ditahan kepolisian Karawang karena mengaku sebagai seorang nabi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan, Abdul Muhjib sempat ditahan karena mengiming-imingi warga Karawang masuk surga dengan membayar uang sebesar Rp 2 juta.

"Untuk meredam amarah warga di Karawang, dia dipulangkan ke Padepokan di Sanggar Buana Putra Darul Imam Atauhid. Itu punya gurunya," kata Yusri di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/8/2016).

Ia menjelaskan, kepolisian Karawang sempat mengamankan Muhjib bersama lima anggotanya. Polisi pun bermusyawarah dengan masyarakat setempat untuk meredam masyarakat agar tidak terprovokasi aksi Muhjib.

"Dalam kesepakatan itu, hasilnya bahwa ajaran dia (Abdul Muhjib) beserta lima pengikutnya menyimpang dari ajaran agama Islam," kata dia.

Abdul Muhjib bersama anggotanya belum ditetapkan sebagai tersangka meski mereka sempat ditahan. Yusri saat ini masih menunggu pernyataan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat daerah maupun provinsi.

"Sekarang kita belum bisa menahan mereka karena menunggu keputusan dari tokoh agama MUI dan yang lainnya yang menyatakan bahwa aliran mereka itu sesat atau tidak, kita masih menunggu itu," kata Yusri.

Sementara itu, padepokan yang didirikan Muhjib di Karawang diancam akan dihancurkan oleh masyarakat setempat. Demi keamanan, polisi mengembalikan Muhjib dan anggotanya ke Subang sembari memperdalam pemeriksaan.

"Termasuk apakah sudah ada yang menjadi korbannya atau belum ini masih kita perdalam sambil menunggu keterangan dari MUI," ujar Yusri.

Muhjib sempat ditahan karena diduga menipu warga Medal Sari, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan mengiming-imingi masuk surga jika membayar sebesar Rp 2 juta.

Muhjib yang mengaku sebagai seorang nabi itu meminta pengikutnya untuk mengucapkan syahadat yang telah diubah kalimatnya. Kalimat syahadat versi Muhjib adalah 'Asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhjib da rasuulullaah' (Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhjib utusan Allah).

Warga Medal Sari itu pun melaporkan Muhjib ke MUI Karawang. Setelah itu, MUI meminta Muhjib beserta lima rekannya untuk bartaubat dan menandatangani surat perjanjian dengan MUI dan warga untuk tidak menyebarkan ajarannya itu.

[FY]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment