Pemerintah Negara Bagian Australia Setuju Teroris Tetap Dipenjara

Jaksa Agung Australia George Brandis ( image : 2gb.com)


INDOAU.COM – Pemerintah negara bagian di Australia telah menyetujui adanya UU baru yang memungkinkan teroris yang sudah menjalani hukuman penjara tetap ditahan setelah masa hukuman selesai.

Pemerintah Federal Australia mendesak agar negara-negara bagian mendukung UU seperti itu agar teroris yang menjadi ancaman tetap dipenjara.

Jaksa Agung George Brandis bertemu dengan rekan sejawatnya dari seluruh negara bagian hari Jumat (5/8/2016) dan mengatakan kepada wartawan di Canberra setelah pertemuan tersebut, dan ada persetujuan mengenai perubahan aturan.

"Kami bertekad untuk memastikan ada aturan tertulis guna memastikan bahwa masyarakat aman, sementara kami mempertahankan keseimbangan antara keamanan masyarakat dengan perlindungan hukum." katanya.

"Kami percaya bahwa peraturan ini akan mencapai kedua tujuan tersebut."

Menurut Senator Brandis, jika UU tersebut disetujui akan memungkinkan pihak berwenang untuk terus menahan teroris yang dianggap 'beresiko tinggi' hukuman tambahan sampai maksimal tiga tahun.

"Ini bisa diperpanjang, dan tidak ada batasan berapa kali permintaan untuk penambahan penahanan itu dilakukan." katanya.

"Kepantasan kelanjutan penahanan ini akan dikaji setiap 12 bulan, dan selain itu, orang yang terkena perpanjangan penahanan tersebut boleh mengajukan peninjauan kapan saja, dengan dasar adanya perubahan keadaan."katanya.

Pemimpin Oposisi Bill Shorten pun, Jumat (5/8/2016), menekankan bahwa perlunya dukungan semua partai dalam masalah keamanan nasional.

"Ketika kita memerangi terorisme, Partai Buruh dan Liberal benar-benar berada di halaman yang sama." kata Shorten.

"Saya bekerjasama baik dengan Tony Abbott. Kami bekerja sama baik dengan Malcolm Turnbull. Dalam masalah radikalisasi, saya kira ada tantangan baik di dalam penjara atau di luar penjara." kata Shorten lagi.

[MZ]


Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment