Sulit Makan dan Minum, Bocah 15 Bulan 'Hamil' Janin Kembarannya

image : helathdaily.com


INDOAU.COM – Seorang bocah perempuan berusia 15 bulan di Tamil Nadu, Nisha, terus menangis selama berminggu-minggu. Ia merasa sakit perut dan susah makan dan minum. Bagian perutnya pun terus membesar layaknya seorang wanita hamil.

Awalnya, orang tua Nisha tak curiga dengan keadaan anaknya itu. "Nisha memang memiliki perut yang sedikit besar dari ukuran biasanya sejak kecil," kata sang ibu, Sumanthi.

Namun, perut Nisha makin lama semakin membesar, hingga akhirnya Nisha terus menangis dan mengeluh sakit hingga tidak bisa makan dan minum.

Melihat kondisi putrinya yang semakin memburuk, akhirnya Sumanthi dan suaminya, Raju, membawa Nisha ke rumah sakit Sri Ganapathy, di Tamil Nadu, selatan India.

Mereka mengira ada tumor yang tumbuh di perut anaknya.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu (10/8/2016), dokter awalnya menyangka ada kista di dalam perut Nisha. Namun, setelah melakukan pemindaian (scan), para dokter anak di pusat kesehatan pribadi itu terkejut bukan main. Mereka melihat bagian bertulang, mengapur, dan berstruktur seperti teratoma -- tumor yang berisi jaringan dan organ.

Nisha akhirnya didiagnosa mengalami foetus in fetu atau janin dalam janin, kondisi di mana janin terjebak di dalam tubuh saudara kembarnya.

"Awalnya aku menyangka Nisha menderita sejenis kista atau tumor. Saat scan dan ultrasound dilakukan, aku sangat terkejut dengan apa yang kulihat," kata seorang dokter bedah anak, Dr Vijayagiri.

"Saat itu aku langsung menduga 'benda' itu adalah fetus in fetu dan setelah melihat beberapa referensi, kami memutuskan untuk membuangnya," tutur sang dokter.

Nisha pun segera dibawa ke ruang operasi untuk mengangkat parasit dari dalam tubuhnya.

Oprasi pun berlangsung selama dua jam.

"Janin tersebut menempel di beberapa organ seperti pankreas, limpa, dan usus besar. Fetus itu juga terletak di dekat pembuluh darah. Jadi kami harus sangat berhati-hati agar tidak melukai organ lain saat membuang parasit itu," kata Dr Vijayagiri.

Nisha kini mulai pulih pasca operasi, ia pun akan segera pulang ke rumahnya.

Orangtua Nisha yang bekerja sebagai buruh mengaku tak pernah melakukan check-up pada masa sebelum dan sesudah kehamilan.

"Saat lahir, perutnya memang sedikit besar. Kami mengira itu normal. Aku sangat berterima kasih kepada dokter yang telah mengangkat foetus itu," kata Sumanthi.

Fetus in Fetu ini adalah kasus yang langka. Sejauh ini, baru 200 orang dilaporkan lahir dalam kondisi "mengandung" saudara kembar mereka.

[FY]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment