Untuk Hadapi Depresi, Pria di Australia Diajak Mancing dan Naik Gunung

image : mancingmania.com


INDOAU.COM – Meski pria selalu digambarkan dengan sosok yang kuat dan tangguh, namun ternyata satu dari dua pria di Australia mengalami gangguan kesehatan mental pada satu titik di hidupnya. Selain itu, setiap harinya tercatat lima pria bunuh diri.

Kondisi inilah yang membuat Matt Tripet untuk memperkenalkan Fly Program, yakni sebuha program unik untuk mengentaskan para pria Australia dari depresi dengan cara mengajak mereka mendaki gunung dan memancing ikan.

Dikutip dari ABC, Tripet mendirikan organisasi tersebut setelah kakak iparnya meninggal tiga tahun lalu karena bunuh diri. "Dari situ saya merasakan bahwa dampak kehilangan seorang anggota keluarga begitu besar.”

Kemudian, Tripet menemukan kegiatan memancing sebagai terapi untuk menghadapi segala persoalan dan tantangan di hidupnya.

Dari situ ia pun terdorong untuk melakukan hal yang sama pada pria dengan gangguan mental yang lain. Pesertanya tak hanya yang mengidap depresi, namun juga post-traumatic stress disorder (PTSD) dan mereka yang pernah terpikir untuk bunuh diri.

Menurut Tripet, menghabiskan waktu di alam terbuka dapat memberikan manfaat bagi kondisi psikis seseorang, dan ini sudah dibuktikan oleh banyak studi.

"Ketika itulah kami ajak mereka bicara tentang banyak hal. Tidak hanya yang terjadi sehari-hari, tetapi sesuatu yang berdampak pada mereka atau mungkin yang memicu depresi mereka," jelas Tripet.

Rencananya, Fly Program akan dijalankan selama tiga tahun, dengan target 180 pria di sekitar New South Wales yang memiliki depresi dan gangguan mental lain.

Selama enam minggu, tiap peserta diajak terlibat aktif untuk melakukan kegiatan outdoor seperti memancing, bersepeda, naik gunung, memulai rejim olahraga baru sekaligus berkonsultasi dengan terapis.

"Selain diajak berkomunikasi, kami juga mencoba meminta mereka membuat pilihan hidup yang sehat. Karena mereka yang depresi rata-rata menyalahgunakan obat-obatan atau lainnya," kata Tripet.

[FY]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment